http://critic.net

visitor

Monday, 20 October 2014

Cara Inokulasi Gaharu Mengunakan Jamur Fusarium


Hasil Inokulasi Mengunakan Jamur Fusarium (mas Sayiful)

TATACARA INOKOLASI GAHARU (property right by Litbanghut Bogor)
        I.      Peralatan Yang dibutuhkan
a.       Genset kecil
b.      Bor Listrik
c.       Mata Bor 3 mm (Terbuat dari jari2 sepeda motor)
d.      Blender listrik
e.      Alkohol
f.        Tissue kering/basah
g.       Kapas
h.      Botol aqua/airmineral bekas yg steril
i.         Alat suntik modifikasi steril (bekas printer).
j.        Fusarium Gaharu Cair
k.       Tangga bantu
      II.      Ambil blender dan strilkan dengan alcohol di olesi dengan kapas yang dbasahi alcohol atau dengan tissue basah.
    III.      Sterilisasi alat suntik (masukkan beberapa kali alcohol terus semprotkan keluar)
    IV.      Pembuatan Lobang Inokolan.
a.       Pilih batang kayu gaharu yang mempunyai garis tengah antara 10-15 cm up dan diutamakan sudah pernah berbuah/berbunga.
b.      Bor batang dengan mata bor yang sudah steril secara Mendatar (jangan miring kebawah agar air hujan tidak masuk) dan mengarah kesamping. ini mengunakan sistem bor dua dua lobang dengan jarak 4 cm antara lubang dan -+ 15 cm jarak antara baris dan 10 cm kesamping dan mulai dari 30 cm dari atas tanah
(Lihat gambar). atau bisa juga dengan satu satu lubang dengan jarak 10 x 10 cm
c.   Gunakan mata bor ukuran 4 mm.
d.   Sebelum digunakan blender terlebih dahulu inokulannya
e.      Gunakan alat suntik untuk menyedot inokulan dalam botol air mineral
f.        Suntikkan inokulan maksimal 1 ml per lobang bor dengan menggunakan alat suntik steril.
g.       Setelah satu hari tutup lobang mengunakan kentang yang sudah direbus.





Tuesday, 14 October 2014

Gaharu, Perumahan, dan AGROFORESTRI

         Agar Pengunaan lahan maksimal efektif dan efesien maka konsep angroforestri merupakan pilihan yang sangat tepat. Agroforestri merupakan suatu sistem pengelolaan lahan untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan peningkatan produktivitas lahan. Masalah yang sering timbul adalah alih fungsi lahan menyebabkan lahan hutan semakin berkurang, longsor, kebanjiran dan rusaknya ekosistem. Agroforestri diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut dan masalah ketersediaan pangan.
      Secara sederhana Agroforestri dapat diartikan sebgai budidaya tanaman kehutanan (pohon-pohon seperti gaharu) bersama dengan tanaman pertanian (tanaman semusim, seperti jahe gajah, bayam, cabe dll). Namun agroforestri dapat diartikan lebih luas lagi dengan pengabungan sistem budidaya kehutanan, pertanian, peternakan dan perikanan. Agroforestri merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris “Agroforestry” yaitu Agro berarti pertanian dan Forestry berarti Kehutanan. Agroforestri dikenal juga dengan istilah “Wanatani” yaitu gabungan kata Wana berarti Hutan dan Tani atau Pertanian.